Kebutuhan Dunia Industri Lulusan Teknik Informatika

Sumber daya Manusia yang bekerja dalam dunia industri saat ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Latar belakang pendidikan non-Informatika/Komputer
2. Jenjang Pendidikan Sarjana ke bawah
3. Belum ada pengelompokan untuk : ketrampilan, keahlian dan spesialisasi yang terdefinisi dengan jelas.
4. Untuk tingkatan tertentu, dituntut untuk dapat mengetahui strategi bisnis, agar inovatif dalam menciptakan produk-produk baru
Sedangkan pihak Industri menghendaki agar Sumber Daya Manusia yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi khsusnya dalam bidang Rekayasa Perangkat Lunak – mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Perlu mengetahui Standar Proses Produksi, berikut pemantauan dan pemeliharaan proses produksi, dan
2. Dalam menganalisis kebutuhan user (semua perangkat lunak dikembangkan berdasarkan kebutuhan user), diperlukan suatu pengetahuan dan keahlian khsusus, karena tingkatan user di Indonesia yang umumnya masih awam dengan proses Rekayasa Perangkat Lunak menyebabkan sulit diajak berkomunikasi tentang kebutuhan yang perlu didukung oleh komputer.
Berdasarkan hal-hal tersebut, dapat disimpulkan juga bahwa sudah saatnya dilakukan Sertifikasi Sumber daya Manusia dalam bidang Rekayasa perangkat Lunak – sesuai dengan standar Internasional yang berlaku. Untuk itu, dalam rangka mendukung kebutuhan sertifikasi Sumber Daya Manusia di Indonesia, disusun suatu usulan tingkatan keahlian Sumber Daya Manusia Informatika dalam bidang Rekayasa Perangkat Lunak sebagai berikut :
1. Programmer
2. Programmer Analyst
3. Software Tester
4. Data Base Engineer
5. Data Communication Engineer
6. Network Engineer
7. Software Configuration Manager
8. System Analyst
9. Software Engineer
10. System Engineer
11. Software Project Manager
12. Software Quality Assurance
 
Tingkatan keahlian tersebut disusun mulai dari tingkatan paling rendah hingga paling tinggi. Karena masih berupa usulan, maka tingkatan tersebut masih meungkin ditambah atau dikurangi tergantung kebutuhan baru yang muncul.
 
kebutuhan akan berbagai tenaga yang khusus tersebut lahir karena dalam pengembangan perangkat lunak yang sesuai Software Engineering, pada setiap tahapan dalam siklus hidup perangkat lunak (Software Life Cycle) akan dilibatkan banyak tahapan dan dokumentasi. Untuk perangkat lunak yang berukuran besar dan komplek, akan semakin kompleks pula pengelolaan proyek dan pemeliharaannya.
Munculah berbagai macam perangkat mobile yang saat ini kita kenal berupa Smartphone dan tablet yang spesifikasi hampir menyamai bahkah sudah menyamai perangkat mobile seperti Notebook dan Netbook dengan munculnya perangkat – perangkat tersebut tidak maka lahirlah aplikasi berbasis mobile Smartphone dan table dari berbagai macam platform,

Ios dengan Applestorenya, Google dengan Googleplaynya, Windows dengan Windows Storenya bahkan bahasa WebProgram pun mengikuti tampilan ala-ala mobile smartphone saat ini. maka dari itu pembelajaran dan pelatihan bahasa pemrogramman mobile sangat diperlukan tidak hanya mobile bahasa program webpun juga digemari saat ini, bukan hanya dibutuhkan di dunia industri saja, programmer web maupun mobile dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Cohton kebutuhan tenaga programmer saat ini :

jadi dapat disimpulkan bahwa bahasa program Javascript dan PHP sangat banyak dicari oleh perusahaan mengikuti bahasa program web (HTML,CSS,Jquery,Framework, dan masih banyak lagi) dan bahasa program mobile seperti Java(android), objective-C (IOS), Windows CE (windows phone) walau tidak sepopuler Android dan Ios namun masih ada pengguna setia windows yang menggunakannya.

tidak hanya Belajar dan Praktik Pemrogramman Sertifikasi pun sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang hendak mencari pekerjaan Peningkatan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya sertifikasi kompetensi kerja sangat penting dilakukan. Hal itu akan berdampak pada penerimaan, pengakuan dan penghargaan terhadap sertifikasi kompetensi tersebut, karenanya tanpa ketiga hal tersebut dari masyarakat dan industri, maka sertifikat yang diterbitkan tidaklah ada artinya.

Oleh karena itu, Menteri Ketenagkerjaan RI tak henti-hentinya bicara tentang pentingnya kompetensi untuk memenangkan persaingan global. Tak bisa dipungkiri, di era ini, setiap anak bangsa dituntut secara alami oleh dunia internasional untuk terus meningkatkan kemampuannya.

Kompetensi dan sertifikasi ketenagakerjaan merupakan solusi sebagai upaya meningkatkan produktivitas. Selanjutnya, produktivitas tenaga kerja merupakan variabel kunci untuk memenangkan persaingan antar individu, antar industri, antar sektor, antar daerah, dan antar negara.

Oleh karena itu, sistem sertifikasi kompetensi wajib diikuti oleh setiap individu dan dapat diterapkan bagi tenaga kerja, tidak hanya yang sudah bekerja pada sektor industri formal, akan tetapi tenaga kerja di sektor informal, para pencari kerja, para profesional di setiap bidangnya maupun bagi mereka yang masih mengikuti pendidikan di tingkat menengah dan perguruan tinggi.

Merespon hal tersebut, praktisi pendidikan Syahrial Yusuf dari Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3i), mengatakan bahwa lemahnya kompetensi tenaga kerja Indonesia merupakan persoalan serius yang mendesak dan perlu segera dibenahi, salah satu solusinya adalah melalui akselerasi penerapan sertifikasi ketenagakerjaan.

“Lewat sertifikasi dan uji kompetensi ini dapat menjadikan pekerja lebih fokus dan memiliki bukti keahlian tertentu, apalagi kita sudah memasuki era global.

Leave us a Comment

logged inYou must be to post a comment.